Hanya serang hamba Allaah yang menginginkan surga tapi tidak menginginkan neraka
Dialog dengan Allah
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهْىَ خِدَاجٌ – ثَلاَثًا – غَيْرُ تَمَامٍ ». فَقِيلَ لأَبِى هُرَيْرَةَ إِنَّا نَكُونُ وَرَاءَ الإِمَامِ. فَقَالَ اقْرَأْ بِهَا فِى نَفْسِكَ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِى عَبْدِى وَإِذَا قَالَ (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَىَّ عَبْدِى. وَإِذَا قَالَ (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ). قَالَ مَجَّدَنِى عَبْدِى – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَىَّ عَبْدِى – فَإِذَا قَالَ (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ). قَالَ هَذَا بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ). قَالَ هَذَا لِعَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ ».
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang sholat lalu tidak membaca Ummul Qur’an (yaitu Al Fatihah), maka shalatnya kurang (tidak sah) -beliau mengulanginya tiga kali-, maksudnya tidak sempurna.” Maka dikatakan pada Abu Hurairah bahwa kami shalat di belakang imam. Abu Hurairah berkata, “Bacalah Al Fatihah untuk diri kalian sendiri karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Alloh Ta’ala berfirman: Aku membagi sholat (maksudnya: Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika hamba mengucapkan ’alhamdulillahi robbil ‘alamin (segala puji hanya milik Alloh)’, Alloh Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘ar rahmanir rahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)’, Alloh Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah menyanjung-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘maaliki yaumiddiin (Yang Menguasai hari pembalasan)’, Alloh berfirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku. Jika ia mengucapkan ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)’, Alloh berfirman: Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika ia mengucapkan ‘ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootolladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril magdhuubi ‘alaihim wa laaddhoollin’ (tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat), Alloh berfirman: Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”.
(HR. Muslim no. 395).
Pelajaran yang terdapat di dalam hadits :
1- Hadits ini menunjukkan bahwa al-Fatihah adalah rukun Sholat, karena Alloh menyebut al-Fatihah dengan kata sholat.
2- Al-Fatihah disebut sholat, karena surat ini dibaca saat sholat. Dan seorang hamba yang membaca surat ini ketika sholat, dia hakekatnya sedang melakukan dialog dengan Rabb nya.
3- Alloh membagi bacaan al-Fatihah dalam shalat menjadi dua, setengah untuk Alloh dan setengah untuk hamba. Setengah untuk Alloh ada di bagian awal, bentuknya adalah pujian untuk Alloh. Mulai dari ayat, ‘Alhamdulillahi rabbil ‘alamin’ sampai ‘Maliki yaumiddin.’
Sementara setengahnya untuk hamba, yaitu doa memohon petunjuk agar seperti orang yang telah mendapat nikmat.
4- ada satu ayat yang dibagi dua, yaitu ayat iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in. setengah untuk hamba, setengah untuk Alloh. Iyyaka na’budu, ini untuk Alloh, dan iyyaka nasta’in, ini untuk hamba.
5- Itulah dialog antara hamba dengan Allah saat dia membaca surat al-Fatihah minimal 17 kali sehari semalam ketika sholat fardhu dan maksimal.... Semoga semakin meningkatkan rasa khusyu’ kita ketika menjalani ibadah sholat…
Tema hadits yang berkaitan dengan Al Qur'an :
1- Maka Esakanlah Aku dan sembalah Aku dan Shalatlah kamu untuk mengingat-Ku.
فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي
Maka sembalah AKU
dan dirikanlah salat untuk mengingat AKU. (Thaha: 14)
2- Yakni sungguh telah beruntung, berbahagia, dan beroleh keberhasilan mereka yang beriman lagi mempunyai ciri khas diantaranya seperti, yaitu:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ
Sesungguhnya beruntunglah orang - orang yang beriman
(yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya. (Al Mu’minun: 1-2).
Inilah 10 hal yang membuat rezeki selalu menghampiri kita
Maukah rezeki kita lancar dan diridhoi Allah ta'alaa? Berikut tipsnya:
1. Taqwa
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).
2. Tawakal
Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)
3. Shalat
Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani)
4. Istighfar
"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS Nuh: 10-12).
“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).
5. Silaturahmi
Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”
6. Sedekah
Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari)
7. Berbuat Kebaikan
"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Alqashash:84)
Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tdk akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad)
8. Berdagang
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad)
9. Bangun Pagi
Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, "Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi)
Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani)
10. Bersyukur
“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7)
disamping cara cara diatas hendaknya kita saling berbagi, akan ilmu. semoga bermanfaat.
BERTOBATLAH SETIAP WAKTU, KARENA KAMU TDK TAHU KAPAN MALAIKAT MAUT MENDATANGIMU.
أصـبِحوا تـائبينَ و أمـسوا تـائبين, يشير إلى أنَ المُؤمن لا ينبغي أن يُصبح و يُمسي إلا على توبة, فإنَه لا يدري متى يُفاجئه الموت صباحًا أو مساءً
Sebagian Ulama Salaf ada yg berkata :
"Berpagi-pagilah kamu dlm keadaan sbg orang yg bertobat, dan bersore-harilah kamu jg dlm keadaan sbg orang yg bertobat.
Sehingga tdklah sepantasnya seorang mu'min itu berada di pagi hari atau di sore hari, kecuali dia dlm keadaan telah bertobat.
(Hal itu) karena sesungguhnya dia tdk tahu, kapan datangnya kematian (utknya), apakah di waktu pagi atau di waktu sore.
فمن أصبحَ أو أمسى على غير توبة ، فهو على خطر !!
Maka barangsiapa berada di waktu pagi atau sore hari dlm keadaan dia belum bertobat (kpd Alloh), sungguh dia berada dlm perkara yg membahayakan (dirinya)
لأنَه يُخشَى أن يَلقى الله غير تائب ، فَيُحشر في زُمرة الظالمين .
Karena sesungguhnya dikuatirkan (baginya) dia akan berjumpa dgn Alloh ta'ala dalam keadaan belum bertobat, hingga dia dikumpulkan (di hari kiamat nanti) bersama rombongan/golongan orang-orang yg dholim.
قال الله تعالى : ﴿ وَ مَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ ﴾
🍃 لطائفُ المعارف"،
لابن رجَب : ( ٣٤٤/١ )
Alloh ta'ala berfirman :
"Barangsiapa yg tidak/belum bertobat, maka mereka itulah orang2 yg dholim."
(QS. Al-Hujurot : 11)
( Latho'iful Ma'arif (1/344), karya Al-Imam Ibnu Rojab Al-Hambali rohimahulloh)
Semoga Alloh ta'ala sll berikan kpd kita hidayah-Nya, agar kita sll bertobat setiap waktu.
Semoga nasehat yg ringkas ini bermanfaat utk kita semuanya. Barokallohu fiikum.
Surabaya, Rabu pagi yg sejuk, 1 Shofar 1440 H / 10 Oktober 2018 M
Akhukum fillah, Abu Abdirrohman Yoyok WN Sby
Adukan Kesusahan dan Kesulitan hanya pada Allah
إنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إلَى اللَّهِ
“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS. Yusuf: 86)
Dari Utsman bin Abil Ash Ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu bahawasanya ia mengadukan kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa salam penyakit yang ia alami sejak ia masuk Islam. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa salam bersabda kepadanya:
«ضَعْ يَدَكَ عَلَى الَّذِي تَأَلَّمَ مِنْ جَسَدِكَ، وَقُلْ بِاسْمِ اللهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ»
Maksudnya, "Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit, kemudian bacalah bismillah (dengan nama Allah) sebanyak tiga kali, lalu bacalah doa berikut ini sebanyak tujuh kali:
أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari keburukan (penyakit) yang aku dapatkan dan aku khawatirkan.”
Utsman bin Abul Ash Ats-Tsaqafi berkata: “Aku pun mengerjakan pesan Nabi Shallallahu alaihi wasallam tersebut sehingga Allah menghilangkan penyakitku. Maka aku senantiasa memerintahkan pesan tersebut kepada keluargaku dan orang-orang lain.” (HR. Muslim no. 2202, Abu Daud no. 3891, Tirmidzi no. 2080, An-Nasai dalam As-Sunan Al-Kubra no. 7546, Ahmad no. 16268 dan Ibnu Hibban no. 2965)
~ ~ ~ ~~~
🏡 Labuhan Ratu Bandar Lampung
Allah mempertemukan kita untuk sebuah alasan
Entah untuk belajar atau untuk menyampaikan.
Entah untuk bercerita atau untuk mendengarkan.
Entah untuk sesaat atau untuk selamanya.
Entah akan menjadi bagian terpenting atau hanya untuk sekedarnya. Semua tidak akan ada yang sia-sia, karena Allah yang mempertemukan.
Hidup kita saling mengisi.
Jadi jika ada perbedaan, itu adalah hal yang sangat biasa.
Tidak perlu diperbesar dan jangan jadikan ia puncak perpecahan sehingga memutuskan tali silaturrahim yang sudah terjalin.
Kita bukan insan terbaik dalam segala sudut
Namun antara kita saling melengkapi hidup setiap sudut
Mungkin kehadiran kita adalah jawaban atas doa doa saudara kita, sebagaimana mereka pun adalah jawaban atas doa-doa kita.
Jika sudah menjadi takdir Allah, meski dengan jarak beribu-ribu kilometer jauhnya, kita tetap akan dipertemukan, dalam satu ikatan "Ukhuwah" .
Semoga ukhwah ini semakin kuat & mantap seiring dengan doa-doa kita bersama.
Semoga hati kita tak pernah rapuh
Selalu dikuatkan dan selalu sabar
Terimakasih karena sudi menyambung kasih berlandaskan ketaatan
Semoga kelak harapku tetap bersama kalian menjadi perjalanan terindah menuju syurgaNya...
Aamiin
Penulis: unknown
Daftar 0852-4555-3434 - Belajar Photoshop untuk Bisnis
Bagi yang berminat mau ikutan workshopnya silakan daftar. Cocok neh buat para pebisnis/ukm/shoponline yang sudah punya produk. Agar bisa ngedesain sendiri materi promosinya....
Daftar call/WA: 0852-4555-3434
====
Pelatihan 1 Hari BELAJAR PHOTOSHOP untuk BISNIS
TEMA:
PHOTOSHOP untuk BISNIS
Step-by-step cara menggunakan Photoshop untuk keperluan bisnis. Metode pengajaran yang diberikan SIMPEL, EFEKTIF dan PROFESIONAL. Teknis pembelajaran 90% praktek dan 10% teori serta langsung difokuskan pada pekerjaan/kasus yang akan dihadapi.
MATERI:
1. Mengenal Photoshop
2. Mengenal fungsi dan kegunaan Tools
3. Membuat berbagai macam media promosi, seperti : flyer, poster, brosur, x-banner, dll.
4. Membuat Logo dan gambar
5. Mengedit, mengubah dan menambahkan gambar dan permainan warna, Dll
WAKTU:
Sabtu, 27 Mei 2017
Jam 08.00 - 17.00 WIB
TEMPAT:
Gedung Dua Agung-distributor semen Gresik Ruang Meeting lt3,
Jalan Komyos Soedarso No 27
Pontianak
HARGA TIKET:
》Umum: Rp300 ribu /orang
》Mahasiswa: Rp150 ribu /orang
CP / Info:
Yela: 0852-4555-3434
*Harap membawa laptop masing-masing
Rutinkan Berinfaq, Hidup Bahagia
Assalaamu'alaikum Wr Wb.
Sahabat yang Allaah cintai dan rahmati...
Apa yang paling berharga dalam hidup kita?
Jawabannya akan berbeda sesuai keyakinannya.
Orang yang orientasi hidupnya kesenangan duniawi akan menjawab dengan jawaban duniawi ; uang, jabatan, pasangan hidup, keluarga besar, dsb.
Berbeda dengan orang beriman dimana dia selalu menjadikan kehidupan ukhrowi sebagai tujuan akhir sekaligus sebagai standar kehidupannya.
Sesuatu yang paling berharga baginya adalah apabila berbuah kesenangan surgawi.
Rutinkan infaq, karena sesungguhnya apa yg kita infaqan itulah yg akan kita bawa ke akhirat, itulah penolong kita.
Mulai Rp50rb untuk ikutan Berinfaq untuk Beasiswa Mahasantri Pesantren Penghafal alQuran, Madinatul Qur'an Depok.
Bagi Bapak/Ibu yang ingin mengikuti Program Yuk Berinfaq Rutin Rp50 ribu, dapat langsung mentransfer melalui rekening:
BSM: 708-742-3225 an. Pesantren Madinatul Qur’an Depok
Konfirmasi Infaq:
Pak Edi 08-111-315-112
dengan format *INFAQ#NAMA DONATUR#BANK TUJUAN#BESAR DONASI*
Semoga amal kita hari ini menjadi wasilah terbukanya berbagai pintu keberkahan.
Wassalaamu'alaikum Wr Wb.
Beda Amal Jariyah dan Dosa Jariyah
Taubatnya cukup istighfar? Tentu tidak, harus minta maaf dulu kepada orang yang kita cela/orang yang kita sebarkan keburukannya. Minta ridhonya agar mau memaafkan kesalahan kita. Karena kelak di akhirat orang tersebut akan minta pertanggungjawaban kepada kita yang suka menyebarkan keburukannya, suka mencelanya.
Orang yang menyebarkan kebencian, hidupnya tidak pernah tenang, disinggung dikit langsung marah. Ketawa terbahak bahak tapi hatinya rusak. Kehidupannya tidak ada ketenangan. Tiap hari menyebarkan kebencian dan keburukan maka makin tertutup hatinya. Jauuh dari hidayah Allaah.
Men-share hal yang baik akan mendatangkan kebahagian setelahnya. Men-share hal yang buruk akan mendatangkan kegalauan dan emosi sesudahnya. Kita terbahak-bahak karena telah menshare hal yang buruk, setan pun terbahak bahak karena telah sukses mengajak kita untuk menemaninya di neraka.
Baiknya, sharelah hal yang baik-baik. Dapat pahala yang mengalir terus juga, bertambah terus juga sebanyak yang like, komen dan share ditambahkan lagi dengan pahala orang yang ikut menshare, komen dan like. Di akhirat kelak, penolong kita hanyalah amal sholih kita, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kita.
Mana yang lebih baik; dosa jariah (dosa yang terus menerus mengalir tanpa putus) atau amal jariyah (amal yang terus menerus mengalir tanpa putus)? Sekiranya kita orang yang mempunyai akal dan orang yang berfikir, maka akan dipilihlah amal jariyah.
Surga dan neraka bukan punya saya, bukan saya juga yang menentukan. Namun, kewajiban saya adalah menyebarkan kebaikan dan mengajak berbuat kebaikan. Bagi saya, Anda menerima atau tidak tetap saya mendapatkan pahala yang ditabung menjadi amal jariyah. Hidayah hanya dari Allaah.
Wallahu a'lam (kusnadi assaini)
Miliki [VIDEO] Tutorial Idesign CS bagi Pemula dalam Bentuk Flashdisk
Miliki Ebook dan Tools Marketing ini untuk Naikkan Performa Bisnis Anda
Kita Pelit untuk Akhirat tapi Royal untuk Dunia
Kita hidup di dunia ini mesti mempunyai keinginan, ingin ini, ingin itu, banyak sekali. Keinginan tersebut hanya berdasarkan logika kita saja. Seandainya saya kaya, saya akan begini dan begitu, akan amal ini dan amal itu, hanya memakai logika. Ketika sudah menjadi kaya, "saya akan..." itu pun lambat laun jadi sirna, pun memberikan cuman sedikit dan dengan perhitungan.
Itulah manusia...
Jika keinginan itu tidak terrealisasi, maka keinginan tersebut makin hari makin menumpuk yang akhirnya mengakibatkan kemalasan dan banyak khayalan. Mulailah penyakit hati saling berdatangan; iri hati, benci, putus asa dan stress. Dikasih miskin tidak bersyukur, diberikan kekayaan jadi pelit. Menginginkan surga tapi kelakuannya ahli neraka. Hari-harinya lebih banyak maksiat, ibadahnya hanya sedikit-itupun hanya sebagai pengugur kewajiban. Ketika diberikan cobaan, malah balik nanya "Yaa Tuhan, apa salah saya, apa dosa saya kok hidup begini amat."
Egoisnya manusia, berbuat baik ingin dibalas secepatnya. Berbuat jahat, kalau bisa jangan dibalas. Memberikan infaq Rp50 ribu merasa sudah besar dan ingin ditulis namanya. Pamer di medsos jalan-jalan ke kota/negara terkenal, makan-makan di restauran yang mewah, pamer mobil baru namun ketika diajak berinfaq, bilangnya "ok sip, nanti ya..". Ketika diingatkan kebaikan, "urus diri lo sendiri aja jangan ngurusin urusan orang, mang surga milik lo." Manusia seperti ini, hatinya sudah sangat jauh dari Allah.
Berbuat baik itu tidak harus menunggu kaya, tidak harus ketika uang ada. Berbuat baik itu bisa dilakukan dalam keadaan apapun. Berbuat baik itu, tidak harus dengan uang juga. Senyum kepada saudara kita pun sudah termasuk kebaikan. Namun, itulah manusia, terkadang senyum aja masih pelit.
[Tutorial] Cara Cepat dan Mudah Belajar Indesign CS
Tidak masalah jika kamu menggunakan Adobe Indesign CS versi terbaru atau di atasnya. Prinsipnya sama saja, beda tampilan saja.
Terdapat 33 episode yang saya susun secara berurutan. Kamu juga bisa langsung mempraktekkannya. Selamat belajar!
Jika bermanfaat silakan disebarkan ya, agar semua mendapatkan manfaatnya dan pahala saya jadi banyak.
Inilah tutorial eps. 01, selamat menyimak dan langsung praktek ya
Kisah Saya yang Dulu Pernah Ditulis
Jika dibaca kembali, indah memang kisahnya. Rasanya bahagia sekali telah memilikinya, sesuatu banget. Saya terus berdoa kepadaNya, semoga tetap istiqomah sehingga bisa berkumpul kembali di surga-Nya kelak.
Agar tidak penasaran seperti apa tulisan kisahnya, berikut saya copy/paste-kan.
======
Hidayatullah. com--Hari itu merupakan hari bahagiaku, alhamdulillah. Aku telah menyempurnakan separo dienku: menikah. Aku benar-benar bahagia sehingga tak lupa setiap sepertiga malam terakhir aku mengucap puji syukur kepada-Nya.
Hari demi hari pun aku lalui dengan kebahagiaan bersama istri tercintaku. Aku tidak menyangka, begitu sayangnya Allah Subhanahu wa Ta'ala kepadaku dengan memberikan seorang pendamping yang setiap waktu selalu mengingatkanku ketika aku lalai kepada-Nya. Wajahnya yang tertutup cadar, menambah hatiku tenang.
Yang lebih bersyukur lagi, hatiku terasa tenteram ketika harus meninggalkan istri untuk bekerja. Saat pergi dan pulang kerja, senyuman indahnya selalu menyambutku sebelum aku berucap salam. Bahkan, sampai saat ini aku belum bisa mendahului ucapan salamnya karena selalu terdahului olehnya. Subhanallah.
Wida, begitulah nama istri shalihahku. Usianya lebih tua dua tahun dari aku. Sekalipun usianya lebih tua, dia belum pernah berkata lebih keras daripada perkataanku. Setiap yang aku perintahkan, selalu dituruti dengan senyuman indahnya.
Sempat aku mencobanya memerintah berbohong dengan mengatakan kalau nanti ada yang mencariku, katakanlah aku tidak ada. Mendengar itu, istriku langsung menangis dan memelukku seraya berujar, "Apakah Aa' (Kakanda) tega membiarkan aku berada di neraka karena perbuatan ini?"
Aku pun tersenyum, lalu kukatakan bahwa itu hanya ingin mencoba keimanannya. Mendengar itu, langsung saja aku mendapat cubitan kecil darinya dan kami pun tertawa.
Sungguh, ini adalah kebahagiaan yang teramat sangat sehingga jika aku harus menggambarkanya, aku tak akan bisa. Dan sangat benar apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Dunia hanyalah kesenangan sementara dan tidak ada kesenangan dunia yang lebih baik daripada istri shalihah." (Riwayat An-Nasa'i dan Ibnu Majah).
Hari terus berganti dan tak terasa usia pernikahanku sudah lima bulan. Masya Allah.
Suatu malam istriku menangis tersedu-sedu, sehingga membangunkanku yang tengah tertidur. Merasa heran, aku pun bertanya kenapa dia menangis malam-malam begini.
Istriku hanya diam tertunduk dan masih dalam isakan tangisnya. Aku peluk erat dan aku belai rambutnya yang hitam pekat. Aku coba bertanya sekali lagi, apa penyebabnya? Setahuku, istriku cuma menangis ketika dalam keadaan shalat malam, tidak seperti malam itu.
Akhirnya, dengan berat hati istriku menceritakan penyebabnya. Astaghfirullah� alhamdulillah, aku terperanjat dan juga bahagia mendengar alasannya menangis. Istriku bilang, dia sedang hamil tiga bulan dan malam itu lagi mengidam. Dia ingin makan mie ayam kesukaanya tapi takut aku marah jika permohonannya itu diutarakan. Terlebih malam-malam begini, dia tidak mau merepotkanku.
Demi istri tersayang, malam itu aku bergegas meluncur mencari mie ayam kesukaannya. Alhamdulillah, walau memerlukan waktu yang lama dan harus mengiba kepada tukang mie (karena sudah tutup), akhirnya aku pun mendapatkannya.
Awalnya, tukang mie enggan memenuhi permintaanku. Namun setelah aku ceritakan apa yang terjadi, tukang mie itu pun tersenyum dan langsung menuju dapurnya. Tak lama kemudian memberikan bingkisan kecil berisi mie ayam permintaan istriku.
Ketika aku hendak membayar, dengan santun tukang mie tersebut berujar, "Nak, simpanlah uang itu buat anakmu kelak karena malam ini bapak merasa bahagia bisa menolong kamu. Sungguh pembalasan Allah lebih aku utamakan."
Aku terenyuh. Begitu ikhlasnya si penjual mie itu. Setelah mengucapkan syukur dan tak lupa berterima kasih, aku pamit. Aku lihat senyumannya mengantar kepergianku.
"Alhamdulillah," kata istriku ketika aku ceritakan begitu baiknya tukang mie itu. "Allah begitu sayang kepada kita dan ini harus kita syukuri, sungguh Allah akan menggantinya dengan pahala berlipat apa yang kita dan bapak itu lakukan malam ini," katanya. Aku pun mengaminkannya. *
(Kusnadi Assaini/Hidayatullah)
====
Suatu Hari Ketemu dengan Pak Kakek
Dipojok masjid, terlihat seorang tua (kira-kira usinya 70 tahunan) sedang khusu' membaca al-quran. Saya pun mendekatinya, ingin mengajaknya mengobrol. Pak kakek saking asiknya membaca alquran, tidak menyadari kalau saya sudah ada di dekatnya. Bacaannya terbata-bata, belum lancar benar membacanya. Tapi.... Semangatnya itu, salut.
Saya pun memberi salam (setelah dipastikan pak kakek selesai membaca alqurannya), lalu dijawabnya dengan diiringi senyuman. Tak terasa kami asik mengobrol.
Yang paling menarik dari obrolan kami adalah ternyata dulu (waktu masih muda) beliau adalah orang yang berlimpah uang alias orang kaya. Sayangnya, waktu itu hidupnya dihabiskan dengan hura hura, banyak maksiat dia lakukan. Dia lupa mempelajari agama, gak bisa ngaji. Blaaas huruf hijaiyah saja gak ngerti.
Hidayah didapatkan saat istri dan anaknya meninggal akibat kecelakaan, kini ia sebatang kara. Saudaranya yang dulu dekat, kini sudah menjauh. Gak ada yang mau menerimanya lagi. "Yaa beginilah nak, kalau hubungan didasari oleh uang, uang habis maka hilang semua hubungan kesaudaran tersebut," ujarnya sedih. Beruntungnya ia masih punya rumah yang saat ini ditinggalinya sendiri dan tabungan yang ia hemat untuk keperluan sehari-harinya.
Namun, dari situlah hikmah hidup dia dapatkan. Dari situ, dia mulai ingin mengenal Tuhannya, dari situ dia mulai mau mempelajari agama, mulai belajat ngaji. Dia menyesali kehidupan masa mudanya tersebut. Penyesalan tersebut ia tembus dengan banyak beribadah kepadaNya. Dia menceritakan, mulai belajar mengaji 3 tahun lalu di beberapa masjid yang dia singgahi. Kajian-kajian agama pun tak lupa dihadirinya.
Saat ditanyakan, di mana tempat tinggalnya, pak kakek enggan menyebutkan. "Dekatlah dari sini nak," sambil tersenyum.
Hal lain yang membuat saya terenyuh adalah saat pak kakek menceritakan kehidupan barunya (hidup dengan bergelimang ibadah). "Ternyata hidup dengan mengenal Allah - merasa dekat dengan Allah lebih tentram. Hidup ini hanya sebentar, ngeri nak kalau kita menghadap Allaah, namun ibadah kita sedikit," ujarnya serius.
Pertemuan kami pun diakhiri dengan berkumandangnya adzan Magrib, saya pun bersalaman dan berucap terimakasih. (Kusnadi Assaini)
Mau Berbisnis tapi Modalnya Seadanya?
Hari gini kalau gak punya bisnis rasanya hidup tidak ada tantangannya ya - gitu gitu aja. Jadi karyawan, kerjaannya cuman rutinitas, pergi pagi pulang malam, dapetnya segitu aja. Naik gaji juga setahun sekali, gak gede (heheheh setuju ya, pernah ngerasain jadi karyawan soalnya).
Paling enak (kata orang-orang) yaa jadi pebisnis. Tapi... Jadi pebisnis juga gak gampang, gak ujug-ujug sukses, punya modal sih tapi sedikit bahkan gak punya sama sekali. Hadeeh, mau bisnis apaan dong yang dari nol - gak pake modal tapi bisa sukses.
Gini aja, sebelum mulai berbisnis lebih bijak baca-baca dulu deh kisah orang-orang sukses dalam berbisnis. TTM (telaah, tiru dan modifikasi), itu langkah selanjutnya.
Gak sengaja neh nemu buku lama di rak buku rumah saya. Buku yang dibeli tahun 2002 lalu (wiiiih sudah lama sekali) namun isinya masih lifetime alias masih berlaku hingga saat ini. Buku (lihat gambarnya ya) ini karangan pak Andrias Harefa, dengan judul Berwirausaha dari Nol, 10 Kiat Sukses dengan Modal Seadanya" sangat bisa menginspirasi kita untuk bisa berbisnis kelak.
Siapa sih pak Andrias Harefa? Hehehe Googling aja ya, mesti ketemu soalnya bapak yang satu ini sangat produktif dan tentu terkenal (pernah ketemu langsung dengan beliau di suatu acara).
Oh iya, buku ini menceritakan tentang kisah orang-orang sukses dalam berbisnis diantaranya ada Bill Gates, Michael Dell, Jeff Bezos dan beberapa pebisnis Indonesia diantaranya Tiro Utomo, Wiro Hardy, ada juga tiga bersaudara Rona, Rani, Roni dan tentu masih banyak lagi. Pokoke top markotop....
Sedikit resume tentang buku ini, antara lain bahwa berbisnis itu harus:
1. Didasari oleh ide dan impian, dari sinilah bisnis dimulai.
2. Kreatif, punya jiwa kreatif artinya ide idenya selalu beda dari orang kebanyakan. Berfikir sebelum orang memikirkan hal tersebut.
3. Berani, selalu tahan banting, tahan krisis jiwa dan keberanianya bisa mengalahkan segalanya.
4. Percaya pada hoki, lebih tepat pintar cari timing yang tepat.
5. Ada masalah, jadikan peluang itulah karakter pebisnis.
6. Sesuai hobi, biar ada passion. Hobinya bisa jadi uang.
.... Dan masih banyak lagi tips lainya yang tentu setiap poin di atas dijabarkan dalam bentuk cerita yang sudah dialami para pebisnis.
"Dengan membaca kisah-kisah pergumulan hidup mereka menuju kesuksesan, Anda akan terinspirasi untuk menyelami kecenderungan Anda untuk berbuat sesuatu - meningkatkan kualitas hidup Anda." Pesan dari pak Andrias Harefa dalam buku tersebut.
Gimana, tertarik ingin baca bukunya? Sudah susah pasti menemukanya buku tersebut. Di daerah Senen mungkin masih ada ya? Coba aja hunting kesana.
Atau.... Bisa hubungi langsung pak Andrias Harefanya. Googling.... (Kusnadi Assaini)
Hidup hanya sekali, untuk hidup selamanya
Bingung ya baca judulnya? Saya juga bingung. Tapi gini maksudnya....
Kita sepakat hidup di dunia ini cuman sebentar. Coba deh sadari, perasaan baru kemarin sholat jumat, sudah ketemu jumat lagi. Cepat bingit hari berganti. Bahayanya lagi, kalau dalam waktu yang tidak terasa itu, ternyata amalan kebaikan kita sedikit.
Sedikit tuh gini maksudnya, sedikit dalam berinfaq, sedikit dalam beribadah alias bolong bolong, sedikit dalam beramal baik kepada orang lain. Kita malah perbanyak gunakan waktu untuk duñia, nyari duit terus sampe larut malem.
Ngerasain gak? Berat rasanya ngasih 50 ribu ke kotak amal tapi enteng aja ngasih buat perut kita bahkan bisa 100 ribu. Kalau untuk perut, kita gak sayangan. Padahal sejatinya, duit 20 ribu yang masuk ke kotak amal itulah yang akan jadi penolong kita di akhirat.
Kita juga gak sadar, sudah sejam ngomongin orang, gibahin orang. Yang digibahin mah dapet pahala, kita dapet dosanya. Rasulullaah mengibaratkan orang yang bergibah itu seperti sedang memakan bangkai saudaranya. Bayangkan sejam kita makan bangkai saudara kita, penuh belatung, bau tetep kita makan. Astaghfirullaah wa atubu ilaihi...
Terus, sholat kita juga bolong bolong. Sholat sih tapi di akhir waktu, itu juga super cepat dan buru buru. Gak tau bacaanya bener apa tidak, ngga ada penghayatan, namanya juga buru buru. Sudah sholat merasa tenang, padahal sejatinya ketenangan itu didapatnya pada saat sholat. Bukan abis sholat, tenang. Itu sih gugur kewajiban aja.
Itulah kita (termasuk saya), betapa terlalu menggampangkan akhirat dan terlalu terlena dunia. Kalau sudah cinta dunia, kita akan takut mati. Padahal mati itu pasti, mati tidak mengenal usia tapi hanya masalah waktu; sekarang atau nanti.
Yuk sama sama saling mengingatkan dalam kebaikan, kuatkan jamaah, perbanyak ibadah. Seorang ustadz saya berkata bahwa Kunci sukses dunia akhirat itu ada di 4 kata yaitu sholat-tepat waktu-berjamaah-di masjid.
Lakukan 4 kata itu dengan istiqomah dan sabar, maka kebahagian akan kita dapatkan. Kelapangan hidup, kemudahan urusan. Insya Allaah...
Aku Menginginkan Kamu
Sejak tiga bulan ini, saya bulak/balik - pergi/pulang ke pesantren penghafal al-qur'an di daerah Cilodong Depok. Ya Pesantren Madinatul Qur'an Depok. Bukan untuk nyantri (padahal ingin juga nyantri lagi) tapi untuk sekadar melepas rindu karena pernah tinggal di pesantren (tahun 1998-an).
Melihat para santri - yang kegiatannya cuman belajar, menghafal qur'an adem sekali hati ini. Alunan-alunan suara merdu mereka mengalahkan semua suara di sekeliling. Usia SMP padahal, mereka sudah ada yang hafal 10 juz, 15 juz, bahkan 30 juz, iri sekali rasanya hati ini. Al-Qur'an setebal itu bisa dihafal, ya Allaah kalau bukan karena kehendak-Mu tentu mereka tidak akan bisa menghafalnya.
Terbesit dalam hati, seandainya saya bisa hafal al-quran, hmmm indah sepertinya - walaupun hanya 1 juz tentu itu merupakan kebahagian tersendiri bagi saya. Pernah nyobain menghafal, baru satu ayat sudah bosan, alhasil hilang lagi hafalan 1 ayatnya.
Niat kuat, tekad bulat, istiqomah mungkin itu kuncinya agar bisa menghafal al-quran. Pernah nanya kepada salah satu ustadz di sana, tips untuk menghafalnya. "Selain tekad kuat dan niat kuat, jauhi maksiat," sarannya. Nah ini, maksiat susah sekali menghindarinya, hanya kepada Allaah aku memohon pertolongan dan perlindungan, semoga Allaah ampuni dosa-dosa saya dan menerima taubat saya.
Ah, paling tidak saya sudah ada niat ingin menghafal al-quran (walau sekarang belum bisa bisa menghafalnya), dan paling tidak saya sudah dekat dengan para ustadz dan santri penghafal al-qur'an. Sementara hal itu cukup dan membuat saya bahagia. Semoga Allaah mudahkan saya dan antum semua untuk bisa menghafal al-qur'an. (Depok, 1 Februari 2017/nchus)
Dialog dengan Allah
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهْىَ خِ...
-
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهْىَ خِ...
-
BE LAJAR PHOTOSHOP UNTUK BISNIS Bagi yang berminat mau ikutan workshopnya silakan daftar. Cocok neh buat para pebisnis/ukm/shoponline yang...
-
Entah untuk memberi atau untuk menerima. Entah untuk belajar atau untuk menyampaikan. Entah untuk bercerita atau untuk mendengarkan. ...










